“Siapa namanya?” tanya Tante Maya lagi. Tentu saja aku jadi gelagapan karena tidak bisa bernapas. Bokep Semakin dekat saja jarak wajah kami. Berulang kali dia menuntun tanganku ke dadanya yang kini sudan polos. Seperti ada denyutan yang hangat.Tapi aku tidak tahu dan sama sekali tidak merasakan apa-apa meskipun Linda menekan dadanya cukup kuat ke dadaku. Aku memang tumbuh menjadi anak yang manja. menjambak rambutku, dan membenamkan Wajahku ke dadanya. Dia malah tersenyum. Hanya saja Ayah belum bisa membelikannya. Setengah mati Ayah dan Ibu membujuk serta menghiburku. Tapi aku disambut Linda yang memakai baju seperti mau pergi ke pesta saja.




















