Aku dibimbingnya masuk ke kamar tidurnya. Bokep Montok Toh anak kami kan baru dua orang nantinya, dan pasti suamiku akan sayang sekali.Untukku sih memang seharusnya bapaknya sendiri yang mengurusnya. Bu Tadi miring menghadapku dan tangannya diletakkan di atas perutku. Tenang saja, pulangnya baru besok sore”, katanya sambil terus mendekapku.“Maa, aku mau ngomong nih”, kataku sambil duduk bersanding di tempat tidur. Suara kecepak-kecepok makin cepat, dan kemudian berhenti. Tetapi sampai pukul 23.00 dua orang temanku tidak muncul di pos perondaan. Dalam mobilku kami mulai mengobrol, mengenai sakitnya Pak Tadi. Biarlah aku ronda sendiri tidak ada masalah.Karena memang belum mengantuk, aku jalan-jalan mengontrol




















