Di bawah pancaran sinar lampu lima watt, mata Samsul melotot memperhatikan cairan merah itu, bau amis bercampur busuk membuat Samsul mual, perutnya seperti sedang dibalik-balik., hembusan angin dingin membuat tengkuk Samsul merinding hebat.“Bweee..Beebb beee beeeebbb…”Mata Samsul melotot lebar dan kemudian juling saat “sesuatu itu” membalikkan tubuhnya, “sesuatu itu menyerigai” saat berhadapan muka dengan-nya, Samsul termegap berusaha mengambil nafas, tubuhnya seakan membatu sedingin air es didalam kulkas, bulu kuduk dan bulu bulu di sekujur tubuh laki-laki itu mengacung ketakutan, lidahnya serasa kelu, sulit untuk berbicara apalagi untuk berteriak, kedua kakinya pun serasa dipaku di atas tanah, begitu berat sulit untuk




















