Melihatnya, Agam langsung melucuti kaosku, dan mencupang punggungku. Bokeb Yudi dan Adi bergegas masuk, sementara Rio malah santai-santai di ruang tamu. Agak risih juga dipandangi dengan begitu liar dan berhasrat oleh cowok-cowok itu, tapi aku sudah mulai keenakan.“Ssshh…. Gue ama yang lain mau pindahan nih ke villa cowok yang satunya, villa induk udah penuh sih.” Rio yang menjawab. Akhirnya aku dan Stella hanya mengantar sampai pintu. Gila, gue udah nggak kuat bawa se-muanya, nih.” Pintanya memelas.“Oke, tapi yang enteng ajaaa…” jawabku sambil mengambil alih beberapa barang ringan.




















