Tubuhku dan tubuh pak Oding sama-sama basah oleh keringat dan saling bercampur.Aku tidak berpikir tentang kekayaan dan wajah laki-laki yang menggauliku malam itu. “Bu, Bapak pulangnya kapan? Bokep Tante “Besok, Pak,” kataku, “Ada urusan penting di perkebunan.”
“Oooo…” Hanya itu yang keluar dari mulutnya. Di malam itu aku pasrahkan setiap rongga tubuhku yang putih mulus ini untuk dicumbui pembantuku yang sudah tua ini. Di kota ini aku tinggal dan sengaja ikut suami. “Maaf, Bu,” katanya lagi sambil menjauhkan dirinya dariku.




















