“Ya udah sana masak lagi”, begitu perintahku sama pembantuku.Akupun berdiri menuju ruang tamu.“Eh.. Bokep “Saya mohon jangan panggil pak dong, panggil nama saja”, jawabnya. Jantungku berdebar tak karuan, aku berontak tapi dia tetap tidak melepaskan pelukannya.“cukup Randi, kamu jangan kurang ajar gini dong”, gerutuku masih dalam peluknya. Akhirnya aku dirumah sendiri karena anak–anak sekolah dan suami kekantor yang ad Cuma pembantu.Sekitar pukul 10 siang telepon rumah berdering. Tanpa basa basi, langsung saja dia merangkulku dan merobohkan aku dikarpet posisiku ditelentangkan, aku hanya protes,“Rann… apa-apaan siih..”, katanya kita mau ngobrol saja kok begini…”Dan sambil mencari kaitan BH di belakang tubuhku, dia




















