Ia tersenyum melihatku.“Maaf Mas, sapu tangan saya ketinggalan,” katanya.Ia mencari-cari. Bokep Kalau potong rambut ya masuk ke tukang pangkas di pasar. Matanya dikerlingkan, bersamaan masuknya mobil lain di belakang angkot. Ia cukup lama bermain-main di perut. Ya nggak apa-apa,” katanya menjawab telepon. Aku tidak dapat lagi memandanginya.Kantorku sudah terlewat. Hanya suara kebetan majalah yang kubuka cepat yang terdengar selebihnya musik lembut yang mengalun dari speaker yang ditanam di langit-langit ruangan.Langkah sepatu hak tinggi terdengar, pletak-pletok-pletok. Aku menurut saja. Wanita muda itu sudah keluar sejak melempar celana pijit. Saya bisa masuk angin.” kata seorang wanita setengah baya di depanku pelan.Aku tersentak.




















