Yah.. “Oh, begitu ya. Bokep Sial.. Sambil memegang jidatku, aku menatap ke atas, ternyata teman-temanku sudah mengelilingi dan tertawa-tawa melihat kebodohanku. Kemudian pria yang tadi juga ternyata berhenti bermain dan datang ke arahku, ia duduk di sampingku dan membuat minuman yang ditambahkan vitamin berbentuk tablet efervesent, ia lalu meneguknya sampai habis. Tubuh mereka rata-rata jauh lebih besar dan tinggi dibandingkan kami, karena angkatanku rata-rata anak sekolahan, sedangkan mereka mungkin ada yang sudah beristri. Saat itu umurku masih 19 tahun, dengan tinggi badan yang proporsional dan berat badan yang cukup ideal. Bukan main gugupnya aku, darahku menjadi mendidih, panasku seakan naik




















