Dan Prima tampak serius. Bokep Ojol Lalu terdengar suaranya bergetar,
“Terima kasih Bunda…terima kasih….”
“Tapi seperti bunda bilang berkali-kali tadi…semua ini harus dirahasiakan, ya sayang,” kataku sambil mencolek-colek bibir dan hidung anak tiriku yang tampan rupawan itu. Yang besar telah diterima di sebuah perguruan tinggi populer tapi belum mulai kuliah, sementara yang kecil baru naik kelas 3 SMA. Sementara Prima tetap serius menyantap makan malamnya, tanpa memberi komentar apa-apa. Kedua tanganku juga. Ada masanya wajib diberi pupuk, supaya tumbuhnya tetap subur. Dan seolah tak mendengar apa-apa. Ketika pandanganku tertumbuk ke sebuah laptop di atas meja tulis, iseng-iseng kubuka serta kuaktifkan laptop itu.




















