Beberapa detik kemudian seorang wanita muda nan cantik menugur sambil memegang rambutku.“Mas, rambutnya mau dimodel apa?” katanya sambil melihatku lewat cermin dan tetap memegang rambutku yang sudah agak panjang.“Mmm.. Bokep Tante Edan ini anak, seperti benar-benar! Dipegangnya tanganku dan diarahkannya ke dalam. Di balik baju ketatnya, aku meremas-remas payudaranya yang masih terbungkus BH. Aku yang diam saja dan dia sibuk mulai motong rambutku. Setiap gerakan nyaris dalam beberapa detik, teramat perlahan. Ia begitu menikmatinya. Mungkin dia belum datang, pikirku. Namun aku sendiri masih ragu sebab salon ini benar-benar seperti salon pada umumnya.Setelah beberapa menit menunggu, aku ditegur oleh reception bahwa aku




















