Ana meninggalkan pesan, “Nova sayang, kamu baik sama Ana, besok ngobrol lagi”. Maklum Tarakan adalah kampung halaman istrinya. Bokep “Panggil aja Ana jangan pake Mbak, o iya coba tebak umurku berapa..”
“Engng.., dua lima”, kataku. Ana meninggalkan pesan, “Nova sayang, kamu baik sama Ana, besok ngobrol lagi”. “Uh kelamaan ngobrol kapan akrabnya!”
“Kan nggak enak ngobrol di telepon…”
“Ke sini dong”
“Eh, ke kamar?”
“Iya”
“Waduh…”
“Kenapa.., takut?”
“Enggak.., gak enak aja kalo ketemu temen di lantai dua”
Aku diam sebentar, aku yakin Ana baru berpikir keras. “Heh.., heh.., jangan sembarangan ya Mbak..”, kataku dalam hati. Kedua tanganku disuruhnya memeluk erat punggungnya lalu ia menyuruhku memejamkan mata dan kepalanya




















