Lo benar-benar cantik. Bokep Kepala Dhea terbenam ke lantai. Tubuhku kaku karena tegang, waktu aku buka jendela belakang rumahnya pakai linggis. Dan Dhea sendiri sekarang mendengking- dengking seperti anak anjing yang ketakutan. Masih apa tidak.”
Dhea terus menangis. “Kalau aku lepasin tanganku, lo berguling tengkurap dan jangan berisik atau aku potong leher lo.” Aku tentu tidak bermaksud akan membunuh dia, tapi paling tidak itu berhasil bikin Dhea ketakutan. Masih? Aku ada di sebelah ranjangnya mencekik lehernya, sementara tangan kiriku mengcungkan belati di depan wajahnya.




















