Johan berusaha menciumi bibir wanita menggairahkan tersebut. Bokeb “ Ado sasuatu untuak Winda (ada sesuatu buat Winda)” jawabnya, Winda dengan sedikit menahan diri melangkah ke kamar yang terletak di sebelah kiri terpisah dari rumah induk berlantai kayu itu dengan bergandengan tangan. Lalu mereka terlibat obrolan yang mulai akrab, saling bercerita mulai dari pekerjaan Winda juga pekerjaan Johan sebagai seorang sopir truk antar daerah. Wajahnya menunduk turun mendekati wajah Winda. dengan cepat tergesa – gesa sekali.., melemparkan semuanya di lantai. Lagi pula persimpangan arah ke rumahnya telah dekat. Lalu ia merebahkan kepala Winda di bahunya di sepanjang jalan yang macet, pada




















