Ambo sontak menatap saya tajam. Bokep Indo Ketika tadi pagi, dia tiba-tiba bertandang ke rumah Sanro, dan pulangnya malah mengabarkan hal yang tak masuk akal.“Adampengi’ka, Ambo, betulji Sanro bilang begitu? Indo meninggal. Setelah sejak lama hingga usia saya mencapai dua puluh empat tahun, rumah kami selalu diramaikan dengan suara bernada rendah, kalau pun bernada tinggi hanya saat Ambo berteriak karena tulang betisnya bergeser sebab terjatuh dari pohon kelapa atau Indo yang berteriak ketika melihat kecoa membuntutinya di kamar mandi, lalu hari ini tiba-tiba saja rumah sudah berubah menjadi medan peperangan.Perdebatan saya dengan Ambo dimulai sepulang Ambo dari rumah Sanro, ketua adat




















