“Aku ingin bercinta denganmu, Ray.”
“Jangan, Chie!”
Kupegangi kedua pundaknya, menjauhkan kepalanya. “Kalian berdua. Bokep Tante Itu menyakitkan.Jay menunggu di ruang tamu. Karena Chie lebih memilihku. Pertanyaan yang sangat sukat untuk kujawab. Kalau kamu?” Chie menghela nafasnya. Jay, kenapa dia bisa setenang itu, kenapa seakan ia tidak mau melihat apa yang sedang terjadi?“Ray, aku sayang kamu,” Chie memelukku dengan kedua lengannya. “Iya.”
“Sungguh, Ray?” Chie mengangkat kepalanya, senyumnya mengembang di sela air mata yang mengaliri pipinya. “Aku besok ujian, Chie.”
Kulihat jam dinding yang menunjukkan pukul 23.30 malam. Di dalam saja!” Mama Chie memanggilku masuk. “Chie?” tanyaku. Namun aku tak tahu harus tertawa ataukah menangis




















