Saya sedikit malu dan canggung (saya pikir Ferdy juga terlihat agak canggung). “Kak Win, eh, aku minta maaf, tapi aku tidak bisa menahan perasaan Kak, Win, jangan marah …” kata-kata baru saja lolos dari Ferdy. Bokep Jilbab/Hijab Ruang tamu terhubung langsung ke ruang tamu di depan dan dapur di sebelah kiri. Saya merasa diri saya jatuh dalam takdir. Saya tidak bisa berpikir dengan benar. “Ahh … Fer.” Itu adalah satu-satunya kata yang diucapkan dari mulutku.




















