Aku memandangnya heran. Tiba-tiba tangannya terulur lagi, menahan tubuhku. Bokep Jilbab/Hijab Ia menjambak rambutku. Semua kesan romantisme hilang dalam sekejap. Saat itu ia tampak sangat cantik, sebegitu cantiknya hingga jantungku berdegup kencang setiap kali bertatapan dengan matanya. “Aku suka,” bisiknya sekali lagi. Terhenti karena aku tak ingin melakukan kesalahan apapun. Tapi rasa jengkelku sudah hilang. “Kamu bisa menikmatinya, selama kau mau,” kudengar ia berkata. Kupikir, mungkin masih ada kesempatan bagiku memperbaiki keadaan sebelum ia turun dari mobilku.




















