Mimpi jorok ya?” serunya dengan wajah tak bersalah.“Kok gak sekalian kamu siram aku pakai bensin terus kamu bakar biar aku gak bangun selamanya.” ucapku masih kesal karena memang benar-benar sakit, bahkan aku merasa sepertinya kulit pantatku melepuh karena terbakar.“Iya, maaf..” ucapnya dengan wajah tertunduk merasa bersalah.Aku hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuannya, entah apa yang ada di otaknya sehingga dia bisa punya ide untuk membakar pantatku dengan korek gas dibalik celana jeans.Mimpi indahku berubah 180° saat aku terbangun dari tidur.“Emang tadi kamu mimpi apaan sih Bram, kok ngigagunya sampai mengerang gitu?” tanyanya.“Mimpi ketemu setan.” jawabku ketus.“Bram, maaf.”“Udah ah, aku




















