Tapi ia masihberjongkok di bawahku.Yang ini atau yang itu..? Aku duduk di belakang, tempat favorit.Jendela kubuka. Bokep Wajahku mulai panas. Aku harusmemulai. Kuusapsisa cream. Dari iramanya bukan sedangberjalan. Si Junior tibatiba juga ikutikutan ciut.Tetapi, aku harus berani. Benarkankesempatan itu lewat. Sopir menepikankendaraan persis di depan sebuah salon. Aku langsungmemasukkan ke saku baju tanpa mencermati nomornomornya. Namun, tibatibakeberanianku hilang. Ah sialan. Itu artinya iatidak mau diganggu. Aku masih ingat sepatunya tadi di angkot. Iamenyenggol kepala juniorku.




















