Esoknya, dari rumah kuitung-itung waktu. Video bokep Toh, si setengah baya itu pasti sudah lebih dulu tiba di salonnya. Matanya dikerlingkan, bersamaan masuknya mobil lain di belakang angkot. Mbak Hawin sudah turun. Aku kira aku sudah terlambat untuk bisa satu angkot dengannya. Sekarang sudah lebih lancar. Ah bodoh. Aku langsung memasukkan ke saku baju tanpa mencermati nomor-nomornya. Aku harus memulai. Atau kesialan, karena ia masih mengangkat tabloid menutupi wajah? Mungkin sapu tangan ini saja suatu kealpaan. Ketika menjangkau pantatku ia agak mendekat.Bau tubuhnya tercium.




















