Kepalaku dibenamkannya ke memeknya sampai hidungku tergencet diantara bulu-bulu jembutnya. Bokeb Saya cuma terbelalak dan terus menikmati pemandangan langka dan indah ini. Memangnya “main” apaan yang saya pikirkan barusan.Pasti dia berpikir saya benar-benar “nakal” pikirku saat itu.“Pantes deh, de Iwan dari tadi mbak perhatiin ngaceng terus, Dik Iwan mau main-main sama Mbak ya?Wow, nafsuku langsung bergolak. Maklum, dokter belum mengijinkan aku untuk mandi sampai demamku benar-benar turun.Akhirnya saya menekan bel yang berada disamping tempat tidurku untuk memanggil suster. Saya bahkan sempat beberapa kali bercinta dengan teman-teman Mbak Sinta. Genggamannya begitu erat, namun terasa hangat dan nikmat.










