Menarik nafas berulang kali. Bokep Viral Terbaru Jilat sambil menatap mataku. Kecupan-kecupanku semakin lama semakin tinggi. Sebagai gantinya, kedua tangan Bu Lia menjambak rambutku. Hmm..”“Sekarang masuk ke dalam..” ulangnya sambil menunjuk kolong meja.Aku merangkak ke kolong mejanya. Sebagai Accounting Manager, tentu selalu ada pembicaraan-pembicaraan ‘privacy’ yang lebih nyaman dilakukan di ruang kerjanya daripada di ruang rapat.Aku merasa beruntung jika dipanggil Bu Lia untuk membahas cash flow keuangan di sofa itu. Indah. Tapi ketika menengadah menatap wajahnya, kulihat bola matanya berbinar-binar menunggu jawabanku, akhirnya kuberanikan diri untuk menjawab.“Aku suka kaki Mbak.




















