Saat ini pandangan saya sudah jauh lebih dewasa dan saya menyesal telah memperlakukan Vivi seakan-akan dia bukan manusia.Sebenarnya dia begitu baik, rela berkorban demi mamanya. Bokep Arab Sosok yang selalu hadir didalam mimpi saya. Saya cuma bisa mengikutinya. Tiba-tiba tubuhnya mengejang, jarinya menjambak rambut saya dan pahanya mengepit kepada saya. “Ah… Masukin Gus… Tolonggg… jangan siksa saya… Masukin…” mohon Vivi.Saya tersenyum dan bersiap-siap memasukkan tongkat wasiat saya. Keharuman sabun yang dia pakai sewaktu mandi masih terasa.Kemudian lidah saya mulai menyusuri daerah dadanya. Saya merasakan Vivi juga menggerakkan pinggulnya dengan gerakan memutar. Bajingan!!!“Kamu manusia hina, Vi!” Itulah kalimat terakhir yang saya ucapkan




















