“Datang kemana” jawabku singkat. Bokep Cina Saking pasrahnya aku, sekarang aku sering pulang malam dalam kondisi mabuk untuk menghilangkan sejenak beban yang ada dipikiranku. Di papan nama dekat pintunya tertuliskan nama Diah, sejenak aku berpikir pasti itu nama wanita setengah baya tersebut dan aku langsung mentotok pintu rumahnya dan keluarlah wanita setengah baya tersebut. Toh ini kan juga demi cita-cita Mas Farid!” Bu Diah benar, pikirku.Lagi pula aku sudah terlanjur datang ke sini, jadi aku tidak perlu malu lagi.




















