“Gak juga sih…”, jawabku.“Gini, Anti mau ke kampus tapi motor dibawa adik, boleh minta tolong antarin gak mas?”, tanya ranti. Setelah beberapa lama ku genjot, akhirnya Anti mulai terbiasa, sekarang raut wajahnya tidak memancarkan kesakitan lagi, namun ia telah menikmatinya. Bokep “Ayo masuk…”, ibunya ranti mempersilahkan aku masuk.“Gak pa pa bu, cuma mau ngambil uang sama balikin KTP…”, kataku. Kini yang aku alami juga hampir serupa, sekarang bagiku semua perempuan di dunia ini hanya menilai seorang pria dari segi materi.




















