Nafasku tercekat. Kenapa ya… mungkin itu memang takdir kamu” jawabnya santai lalu pergi dari ruangan ini.Aku kembali menangis tersedu-sedu. Vidio Porno Bunuh aja Mita sekarang… mau Mita ambilin pisaunya??” tawarku.“Kamu jangan godain saya ya… beneran saya bunuh kamu nanti….”“Ayo ayo pak bunuh Mita… nih nih….” balasku sambil menengadahkan kepala menghadapkan leherku padanya, tanda bersedia disembelih sekarang olehnya.“Ya ampun kamu ini… saya beneran pengen bunuh kamu sekarang lho…”“Mita juga gak sabar kok dibunuh bapak, hihihi… Mita ambil pisaunya ya pak…” Aku lalu inisiatif mengambil pisau di dapur tanpa disuruh olehnya terlebih dahulu. Memikirkan diriku amat dipuja sampai mereka ingin memakanku benar-benar membuatku




















