Pemuda ini mengajakku ke motel di bilangan jalan Darmo. Secara kebetulan posturku hampir sama dengan Susi. Bokep Dan sering kudengar, banyak ibu-ibu yang tergila-gila padanya. Dia mengulurkan tangannya untuk mengenalkan diri. Kami berasyik masyuk sampai pagi. Dari raut muka dan pandangan matanya sepertinya dia benar-benar tidak tahu siapa sesungguhnya aku.“Arwan”, dia tidak menyebutkan nama sesungguhnya,
“Wina”, sahutku sambil menyambut uluran tangannya. Aku juga mengoleksi perabot keperluan wanita berupa BH, wig dan kosmetik. Pandangannya wajar saja. Aku pernah main tenis dengan Pak Johan. Pemuda ini mengajakku ke motel di bilangan jalan Darmo. Kepalanya sedikit botak, seluruh tubuhnya penuh ditumbuhi bulu.




















