Aku sempat berpikir apa dia yang bernama Fenny. Wanita itu menumpahkan teh yang akan dituangnya ke cangkirku tepat di celanaku bagian pangkal paha. Bokep “Nggak pa-pa Tante..” jawabku seraya menepuk-nepuk kemejaku yang juga kena tumpahan teh. “Nah, sekarang giliran aku lagi Yo, kamu kan belum puasin aku dengan pentunganmu itu hihihi.. “Ya kan berkat bantuan Tante Wiwin..” jawabku seraya mencubit hidung Tante Wiwin. Herannya sejak tadi wanita tersebut memperhatikanku terus. Dari bibir, lidahku berpindah ke telinganya yang dihiasi anting perak. Akhirnya karena bete menunggu aku pun meninggalkan Wendy’s.Tiba-tiba aku merasa ada yang menepuk bahuku dari belakang.




















