Aduh. Bokep Cina “Chie sudah tidur.”
Kupalingkan wajahku, menatap Jay yang sudah duduk di sebelahku. Sayang. Di sebelahku, Jay menikmati kepulan asap rokoknya yang membuyar di balik dedaunan pohon yang mengelilingi kami.Surabaya, pertengahan Mei 1999Kupeluk tubuh itu erat-erat. Seandainya aku…Surabaya, awal Juni 1999Persiapan ujian benar-benar membuat kami sibuk. “Sentuh aku, Ray!” desahnya di dadaku. Sibuk mendoktrin gadis-gadis tentang kenikmatan free-sex. “Cukup segitu?” tanya Jayu lagi. Merasakan kehangatan air matanya yang membasahi dadaku. “Ah.. “Tentu, seandainya Enni sudah menikah dengan orang lain dan aku masih belum bisa menemukan pelabuhanku.”
Chie meruncingkan bibirnya, dan menjatuhkan kepalanya kembali di dadaku.




















