Dia menggeliat dan bangun sambil mengucek-ngucek mata.pagi itu, di kantor aku memberi perhatian lebih padanya dan terus saja mengirimkan sms yang menanyakan kegiatannya dan lain-lain. Bokep Aku agak terkejut dan mengeluarkan kontinya dari dalam mulutku sehingga muncratan mani berikutnya membasahi wajahku. Sambil menunggu kami , aku mencoba membuka pembicaraan, “Bang, Sintia seneng deh abang ajak makan, ni kan resepsi khusus buat kita berdua ja ya bang”. “Gimana Sin, rasanya permainan kita tadi, puas tidak?” tanyaku. “nggak ahh, entar lecet, nanti kalo mandi kan nyeri,” jawabnya. sorry tadi Sintia keenakan jadinya narik-narik rambut abang deh.” “entar baru nyambung lagi ya”.




















