Kedua tangannya sudah melingkari perutku, kurasakan kedua tangannya yang besar dan sangat kasar. Bokep Tangannya lalu meraba perutku yang rata dan terus bergeser turun dan menyingkirkan tanganku yang menutupi selangkangan. Mulutnya menyeringai dan kadang juga meringis dengan erangan pelan. “Ohh…hehe…maaf Non, gak bermaksud ngagetin, cuma patroli aja!” kata pria Ambon berusia awal 40an itu sambil tersenyum, “mau pulang yah Non?”
“Iyah, yang terakhir nih, kalau tutup buku saya yang paling sibuk” jawabku sambil mengunci loker dan memasukkan kuncinya ke dalam tas. “Sekarang saya mau cobain punya Non, boleh yah?” kembali kuanggukkan kepalaku sambil tersenyum lemas.




















